Harian Papua

Masyarakat Biak Marah Presiden Jokowi?

Landasan Space X (Foto: Space)

HarianPapua.co – Masyarakat di Kabupaten Biak Provinsi Papua dikabarkan marah ketika mengetahui adanya rencana investasi pembangunan landasan peluncuran roket Space X milik biliuner Elon Musk.

Lokasi Pantai Timur di Kabupaten Biak memang strategis untuk peluncuran satelit komunikasi ke area orbit rendah karna wilayah tersebut berada satu derajat di bawah garis ekuator dan sangat ideal.

“Presiden RI Joko Widodo juga mengajak Tesla untuk melihat Indonesia sebagai launching pad SpaceX,” tulis Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam siaran pers pada Minggu (13/12/2020).

Menanggapi tawaran pembangunan lokasi peluncuran roket Space X oleh Presiden Jokowi dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, masyarakat Kabupaten Biak menyatakan menolak hal tersebut.

“Landasan pesawat luar angkasa ini akan membuat kami kehilangan tempat berburu tradisional, merusak alam tempat hidup kami bergantung. Tapi, jika kami protes, kami akan segera ditangkap,” kata Manfun Sroyer, seorang kepala suku di Biak kepada The Guardian.

Roket yang diluncurkan dari pulau ini dapat menghemat bahan bakar untuk mencapai orbit. Kedekatannya dengan cagar alam juga menambah alasan pemilihan pulau ini.

Mengutip The Guardian, Badan antariksa Rusia, Roscosmos, juga ingin mengembangkan tempat peluncuran roket besar di pulau Biak pada tahun 2024.

“Pada tahun 2002, Rusia ingin menggunakan tanah kami untuk peluncuran satelit. Kami memprotes dan banyak yang ditangkap dan diinterogasi… sekarang mereka kembali ingin melakukannya, dan pelecehan serta intimidasi masih terjadi, ”kata Manfun.

Tetua adat Biak, Tineke Rumkabu juga menyatakan penolakan serupa dengan blak-blakan.

“Anda memahami apartheid, pembunuhan orang kulit hitam. Jika Anda membawa bisnis Anda ke sini, Anda secara langsung mensponsori genosida Indonesia terhadap orang Papua,” kata Tineke pada wartawan The Guardian.

Upaya pembangunan landasan roket ini adalah bagian dari rencana Elon Musk untuk meluncurkan 12.000 satelit pada tahun 2026. Musk mengklaim, satelit itu akan menyediakan internet berkecepatan tinggi yang murah melalui layanan internet Starlink.

Exit mobile version